Tentang Pengetahuan

22 September 2010 pukul 14.28 | Ditulis dalam Hikmah | Tinggalkan komentar
Tag: , , , ,

Sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah yang bermanfaat. Tidak ada baiknya pengetahuan yang tidak bermanfaat dan tidaklah dapat dimanfaatkan pengetahuan yang tidak wajar dipelajari. (Ali bin Abi Thalib)

Seorang yang berpengetahuan semestinya memiliki wibawa, ketenangan, dan rasa takut kepada Allah. Ilmu adalah nur/cahaya yang tidak akan menerangi, kecuali untuk pemilik hati yang patuh kepada Allah.

Tuhan meletakkan semua manusia di tempat yang sama, tetapi ilmu yang mereka miliki menjadikan tempat mereka berbeda.

Cukuplah untuk mengetahui betapa tinggi nilai ilmu, bahwa yang tidak tahu pun mengaku lagi berbangga jika dianggap mengetahui. Dan cukuplah untuk mengetahui betapa buruk kebodohan, bahwa yang bodoh pun tidak mengakuinya dan marah bila dinamai bodoh. (Imam Syafi’i)

Siapa yang menyatakan telah mencapai batas akhir pengetahuan, maka dia telah menampakkan batas akhir kebodohan.

Sedikit pengetahuan yang dilaksanakan jauh lebih berharga daripada banyak pengetahuan tapi tidak digunakan.(Kahlil Gibran)

Etika Berwirausaha

11 Mei 2009 pukul 15.44 | Ditulis dalam Hikmah | Tinggalkan komentar
Tag: , , , ,

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan serta takwa, dan janganlah kamu tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksanya.” (QS.Al-Ma’idah [5]: 2)

Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah swt suka kepada hamba yang berkarya dan terampil. Barangsiapa bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya, maka dia serupa dengan seorang mujahid fisabilillah.” (HR.Imam Ahmad)

Rasul adalah seorang wirausahawan. Mulai usia 8 tahun sudah mulai menggembalakan kambing, usia 12 tahun berdagang sebagai kafilah ke negeri Syiria, dan pada usia 25 tahun Rasul menikahi Khadijah dengan mahar 20 ekor unta muda. Ini menunjukan bahwa Rasul merupakan seorang wirausahawan yang sukses.

Jiwa wirausaha harus benar-benar ditanamkan dari kecil, karena kalau tidak, maka potensi apa pun tidak bisa dibuat menjadi manfaat. Prinsip wirausahawan adalah memanfaatkan segala macam benda menjadi bermanfaat. Tidak ada kegagalan dalam berusaha, yang gagal yaitu yang tidak pernah mencoba berusaha.

Gagal merupakan informasi menuju sukses, keuntungan bukan hanya untung untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang lain. Kredibilitas diri kita adalah modal utama dalam berwirausaha, dengan menahan diri untuk tidak menikmati kebahagiaan orang lain sebagai keberuntungan kita. Jual beli bukan hanya transaksi uang dan barang, tapi jual beli harus dijadikan amal sholeh yaitu dengan niat dan cara yang benar.

Uang yang tidak barokah tidak akan dapat memberi ketenangan, walau sebanyak apa pun akan tetap kekurangan dan akan membuat kita hina. Berjualan dengan akhlak yang mulia, pembeli tidak hanya mendapat fasilitas dan tidak hanya mendapatkan barang, tapi juga melihat kemuliaan akhlak seorang penjual. (MQ)

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.