Memelihara Lisan

26 Maret 2009 pukul 18.02 | Ditulis dalam Hikmah | Tinggalkan komentar
Tag: , , ,

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan berkatalah dengan perkataan yang baik/benar.” (QS.Al Ahzab [33] : 70)

Lisan (ucapan) biasa diibaratkan sebagai sebuah pedang yang sangat tajam. Semakin diasah, semakin tajam pedang itu. Apabila lisan digunakan dengan baik dan benar, maka lidah akan menjadi senjata yang sangat tangguh dalam menyebarkan kebaikan. Sebaliknya, lidah akan menjadi sangat berbahaya jika tidak digunakan dengan baik. Kerusakan, kehancuran, kebinasaan masyarakat tidak sedikit disebabkan oleh lisan.

Allah swt menganjurkan dan memerintahkan kepada hamba-Nya yang beriman untuk berkata baik (benar) dengan berbagai ungkapan yang berbeda-beda dalam Al Qur’an dan Dia memuji mereka yang memilih diam, karena diam itu lebih dapat menyelamatkannya.

Kepada orang tua, Allah memerintahkan anak untuk berkata dengan perkataan yang mulia (QS. Al Isra’ [17] : 23). Kepada keluarga dekat, orang miskin, dan orang-orang yang berada di perjalanan, Allah memerintahkan untuk berkata yang pantas (QS. Al Isra'[17] : 28). Kepada orang-orang yang belum baligh, Allah menyuruh mengucapkan dengan perkataan yang baik (QS. An Nisa [4] : 5). Kepada muslimah, Allah memerintahkan untuk berkata yang baik di depan lawan jenisnya (QS. Al Ahzab [33] : 32).

Demikianlah Islam mengajarkan kepada umatnya untuk berkata yang baik kepada siapa pun. Dan bagi yang tidak dapat, untuk menghindari kesalahan dan tanggung jawab dalam perkataan, maka hendaknya kita berbicara untuk hal yang mubah, yang tidak berbahaya bagi diri kita maupun orang lain. Kita tinggalkan pembicaraan yang tidak diperlukan dan tidak bermanfaat. Sebagai orang beriman, hendaknya kita dapat memanfaatkan diam sebagai sarana untuk tafakur atau merenungi ayat-ayat Allah. Alangkah baiknya pula jika penglihatan kita dapat kita manfaatkan untuk mengambil pelajaran-pelajaran dari ayat-ayat Allah, baik kauniyyah (setiap hal atau kejadian yang diciptakan Allah) maupun qur’aniyyah (ayat-ayat Al Qur’an). Dan ucapan atau lisan dapat kita manfaatkan untuk senantiasa berzikir dan bermunajat kepada-Nya. Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk melakukan amal-amal yang lebih bermanfaat. Amin. (SwaraQuran)

Iklan

Dampak Aneka Kegiatan

23 Maret 2009 pukul 16.02 | Ditulis dalam Hikmah | 2 Komentar
Tag: , , , , , ,

Siapa yang bertakwa, dia dilindungi Allah. Siap yang bertawakal, dicukupkan kebutuhannya. Siapa yang bersyukur, ditambah rezekinya. Siapa yang bersedekah, dilipatgandakan balasannya. Siapa yang melakukan kebaikan akan menuai kebaikan. Siapa yang berlapang dada, terpelihara kehormatannya. Siapa yang menahan amarahnya, tersebar toleransinya. Siapa yang memaafkan, memupuk kebaikannya. Siapa yang terbuka tangannya, maka terpuji namanya. Siapa yang mengelola hartanya, maka sedikit kebutuhannya. Siapa yang berbohong akan merugi. Siapa yang banyak bicaranya, banyak kesalahannya. Siapa yang mati hatinya, neraka tempatnya.

(M.Quraish Shihab – Yang Sarat&Yang Bijak)

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.