Pelajaran dari Bulan

2 Desember 2008 pukul 14.51 | Ditulis dalam Ikhtisar | Tinggalkan komentar
Tag: , , ,

Bulan adalah satelit alam yang besar, berbentuk bulat, dan berputar mengelilingi bumi. Jaraknya saat paling dekat ke bumi adalah 3.654.334 km. Untuk mengelilingi bumi, ia memerlukan waktu 29 hari 1 jam 44 menit dan 2,8 detik. Demikian tulis sementara ilmuwan.

Bulan mempunyai pengaruh yang tidak kecil terhadap bumi dan penduduknya. Daya tariknya menyebabkan permukaan lautan di bumi –setiap hari- pasang naik dan pasang surut. Keduanya terjadi dalam selang waktu sekitar dua belas setengah jam. Lalu dengan ‘daya tariknya’ pula, yakni sinar dan keindahannya, bulan mengundang inspirasi para penyair untuk menggubah syair-syair cinta dan asmara.

Bulan adalah benda angkasa yang tak bercahaya. Ia memantulkan sinar matahari ke bumi melalui permukaannya yang tampak dan terang hingga terbitlah sabit. Apabila pada paruh pertama bulan berada pada posisi antara matahari dan bumi, bulan itu menyusut, yang berarti muncul bulan sabit baru. Dan apabila berada di arah berhadapan dengan matahari, di mana bumi berada di tengah, akan tampaklah bulan purnama. Kemudian purnama mengecil sedikit demi sedikit sampai paruh kedua. Dengan demikian sempurnalah satu bulan Qamariyah selama 19,503 hari. Atas dasar ini dapat ditentukan penanggalan Hijriah, sejka munculnya bulan sabit hingga bulan tampak sempurna sinarnya. Yang mengatur konsistensi itu pastilah satu –dan hanya satu- yaitu Pemilik Kuasa yang Maha Dahsyat dan Pengetahuan yang Maha Luas. Kalau ada dua, pasti keadaan bulan, bahkan alam raya tidak akan konsisten. Seandainya Dia tidak kuasa, pasti tidak akan teratur dan harmonis. Di balik semua itu, jika kita melihat dengan mata hati dan pikiran, niscaya kita akan menemukan Allah Tuhan semesta alam.

Banyak pelajaran yang dapat diambil dari bulan. Sinarnya yang memancar dan terlihat di bumi berbeda-beda sesuai dengan posisinya terhadap matahari, mengandung makna bahwa ia memberi sebanyak yang diambilnya. Dapatkah kita meniru bulan dalam hal ini? Memberi sebanyak yang kita terima? Jika dapat, maka salah satu aspek dari upaya mengambil pelajaran (i’tibar) telah dapat kita terapkan melalui ayat Allah itu.

Pernah suatu ketika para sahabat Nabi Muhammad saw bertanya, “Mengapa bulan terlihat sabit, kecil, tetapi dari malam ke malam ia membesar hingga mencapai purnama, kemudian mengecil dan mengecil lagi sampai menghilang dari pandangan?” Allah menjawab pertanyaan ini dengan sebuah firman, yang artinya : Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah, ‘Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan haji.’ (QS.Al Baqarah [2] : 189). Demikianlah Allah memerintahkan Rasulullah menjawabnya.

Waktu dalam penggunaan Al Qur’an adalah kadar tertentu dari suatu masa yang merupakan peluang unutk menyelesaikan suatu aktivitas. Dengan keadaan bulan seperti itu, manusia dapat mengetahui dan merancang aktivitasnya shingga dapat terlaksana sesuai dengan ‘waktu’ (masa yang disipakn untuk penyelesaiannya), tidak melebihinya, apalagi dibiarkan berlalu begitu saja.

Salah satu makna ‘tanda-tanda waktu bagi manusia’ adalah keadaan bulan seperti tanda-tanda waktu bagi proses perjalanan manusia di pentas bumi. Suatu ketika manusia pernah tiada, lalu lahir mungil bagaikan sabit, lalu membersar hingga dewasa dan sempurna umur, setelah itu menurun kemampuannya sedikit demi sedikit, serupa dengan bulan setelah purnama, sampai akhirnya ia tak terlihat lagi di pentas bumi, serupa dengan perjalanan bulan. (M.Quraish Shihab)

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: