Sebutir Pasir Seperti Dosa Kecil

24 Juni 2008 pukul 17.00 | Ditulis dalam Hikmah | 1 Komentar
Tag: , , , , , , ,


Penakluk pertama Mount Everest, puncak tertinggi dunia di
Pegunungan Himalaya, Sir Edmund Hillary, pernah ditanya
wartawan apa yang paling ditakutinya dalam menjelajah alam.
Dia lalu mengaku tidak takut pada binatang buas, jurang yang
curam, bongkahan es raksasa, atau padang pasir yang luas dan
gersang sekali pun!

Lantas apa? “Sebutir pasir yang terselip di sela-sela jari
kaki,” kata Hillary. Wartawan heran, tetapi sang penjelajah
melanjutkan kata-katanya, “Sebutir pasir yang masuk di sela-
sela jari kaki sering sekali menjadi awal malapetaka. Ia bisa
masuk ke kulit kaki atau menyelusup lewat kuku. Lama-lama
jari kaki terkena infeksi, lalu membusuk. Tanpa sadar, kaki
pun tak bisa digerakkan. Itulah malapetaka bagi seorang
penjelajah sebab dia harus ditandu.”

Harimau, buaya, dan beruang, meski buas, adalah binatang yang
secara naluriah takut menghadapi manusia. Sedang menghadapi
jurang yang dalam dan ganasnya padang pasir, seorang penjelajah
sudah punya persiapan memadai. Tetapi, jika menghadapi sebutir
pasir yang akan masuk ke jari kaki, seorang penjelajah tak
mempersiapkannya. Dia cenderung mengabaikannya.

Apa yang dinyatakan Hillary, kalau kita renungkan, sebetulnya
sama dengan orang yang mengabaikan dosa-dosa kecil. Orang yang
melakukan dosa kecil, misalnya mencoba-coba mencicipi minuman
keras atau membicarakan keburukan orang lain, sering menganggap
hal itu adalah dosa yang kecil. Karena itu, banyak orang yang
kebablasan melakukan dosa-dosa kecil sehingga lambat laun jadi
kebiasaan. Kalau sudah jadi kebiasaan, dosa kecil itu pun akan
berubah jadi dosa besar yang sangat membahayakan dirinya dan
masyarakat.

Melihat kemungkinan potensi kerusakan besar yang tercipta dari
dosa-dosa kecil itulah, Nabi Muhammad saw mewanti-wanti agar
umatnya tidak mengabaikan dosa-dosa kecil seraya tidak melupakan

amal baik kendati kecil juga.

Dalam kisah sufi, seorang pelacur masuk surga hanya karena
memberi minum anjing yang kehausan. Perbuatan yang cenderung
dinilai sangat kecil itu ternyata di mata Allah punya nilai
sangat besar karena faktor keikhlasannya. Bukankah semua roh
yang ada di seluruh jagad ini, termasuk roh anjing tersebut,
hakikatnya berasal dari Tuhan Yang Maha Pencipta juga? Itulah
nilai setetes air penyejuk yang diberikan sang pelacur pada
anjing yang kehausan. (motivasinet)

oOo

Semua manusia berbuat kesalahan. Tapi sebaik-baik manusia adalah yang mau bertobat. (HR.Tirmidzi dan Hakim)

Dosa yang paling buruk adalah yang diremehkan oleh pelakunya.(Ali bin Abi Thalib)

Semua orang tidak perlu menjadi malu karena pernah berbuat kesalahan, selama ia menjadi lebih bijaksana daripada sebelumnya. (Alexander Pope)

Perbuatan buruk yang disesali lebih baik ketimbang perbuatan baik yang dibanggakan.(Ali bin Abi Thalib)

Seseorang yang telah berbuat kesalahan dan tidak membetulkannya, telah melakukan kesalahan lagi.

(Confusius)

*Materi edisi bulan Juni 2008

1 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. terimakasih, artikel anda bagus dan menarik, artikel anda:
    http://agama.infogue.com
    http://agama.infogue.com/sebutir_pasir_seperti_dosa_kecil_buletin_tamtama

    anda bisa terus promosikan artikel anda di http://www.infogue.com yang akan berguna untuk semua pembaca. Telah tersedia plugin/ widget vote & kirim berita dan beberapa pilihan widget lainnya yang ter-integrasi dengan sekali instalasi mudah bagi pengguna. Salam!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: