Tips Konsumsi Makanan Sehat dan Islami Saat Puasa
September 2, 2010 pada 4:06 pm | Ditulis dalam Tips Umum | Tinggalkan KomentarKaitkata: makanan sehat, puasa, tips
Terapkan pola makan sehat dan berkeseimbangan gizi maupun porsinya.
Jangan makan terlalu kenyang. Jangan jadikan saat berbuka sebagai ajang balas dendam dengan makan sebanyak-banyaknya.
Batasi konsumsi makanan berlemak tinggi, terlalu pedas, makanan kaleng, daging olahan, dll.
Perbanyak konsumsi buah dan sayuran segar.
Perbanyak minum air putih.
Utamakan konsumsi buah segar saat berbuka.
Sebaiknya saat sahur dan berbuka dengan makanan yang baru masak.
Batasi konsumsi gula dan makanan gorengan.
Lakukan olah raga ringan, seperti jalan atau senam pernafasan.
Tanamkan niat ikhlas untuk menuaikan puasa dan ucapkan rasa syukur atas nikmat Ilahi.
(M.Hembing Wijayakusuma – Hidayah)
Anak-anak Belajar dari Kehidupan
Juni 12, 2008 pada 2:33 pm | Ditulis dalam Tips Umum | Tinggalkan KomentarKaitkata: anak-anak, belajar, celaan, dukungan, hinaan, menghargai, toleransi
(Dorothy Law Notle)
- Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki.
- Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi.
- Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri.
- Jika anak dibesarkan dengan hinaan, ia belajar menyesali diri.
- Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri.
- Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri.
- Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia belajar menghargai.
- Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baik perlakuan, ia belajar keadilan.
- Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan diri.
- Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar menyenangi diri.
- Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan,
ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.
***
Anak-anak jarang salah mengutip kata-kata orang dewasa.
Faktanya, mereka cenderung mengulangi kata-kata yang mestinya tidak kita ucapkan.
Menjadi Pendengar yang Baik
Juni 9, 2008 pada 9:16 am | Ditulis dalam Tips Umum | Tinggalkan KomentarKaitkata: bahasa tubuh, ketulusan, mendengarkan, pendengar yang baik, pertanyaan
- Perhatikan bahasa tubuh Anda.
- Tatap mata si pembicara, jangan ke arah
lain.
- Ajukan pertanyaan, berikan komentar.
- Biarkan si pembicara menuntaskan
pembicaraannya.
- Jangan memotong pembicarannya atau
melakukan pekerjaan lain.
Jika terpaksa ada pekerjaan lain, langsung
kembali ke pokok pembicaraan ketika
urusan usai.
Mendengar (hearing) tidak sama dengan
mendengarkan (listening).
Aspek terpenting dari mendengarkan
adalah kegiatan timbal balik.
Modal utama menjadi pendengar yang baik
adalah ketulusan.
Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.