<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Buletin Tamtama &#187; Hikmah</title>
	<atom:link href="http://buletintamtama.wordpress.com/category/hikmah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://buletintamtama.wordpress.com</link>
	<description>media dakwah versi digital</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Nov 2009 15:57:58 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='buletintamtama.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/8eba366f1d8e0fd01d13a58948190bce?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Buletin Tamtama &#187; Hikmah</title>
		<link>http://buletintamtama.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Kalau Saja Setiap Bulan Itu Ramadhan</title>
		<link>http://buletintamtama.wordpress.com/2009/08/27/kalau-saja-setiap-bulan-itu-ramadhan/</link>
		<comments>http://buletintamtama.wordpress.com/2009/08/27/kalau-saja-setiap-bulan-itu-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2009 15:31:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lousatyabudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Sarra Risman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletintamtama.wordpress.com/2009/08/27/kalau-saja-setiap-bulan-itu-ramadhan/</guid>
		<description><![CDATA[Kita tidak akan krisis silaturahmi antar manusia
Karena kita akan rela membuang-buang pulsa
Untuk meng-sms saudara, rekan, dan sahabat kita
Sekedar mengucapkan selamat berpuasa
Para pekerja tidak akan terlambat pulang lagi
Karena mereka harus mengejar jamaah tarawih
Sambil mendengarkan ceramah di malam hari
Yang mungkin saja bisa menyejukkan hati
Tidak ada lagi yang disebut-sebut dunia gemerlap
Karena setelah isya, orang terburu-buru terlelap
Agar tidak terlambat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=buletintamtama.wordpress.com&blog=3635943&post=244&subd=buletintamtama&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kita tidak akan krisis silaturahmi antar manusia<br />
Karena kita akan rela membuang-buang pulsa<br />
Untuk meng-sms saudara, rekan, dan sahabat kita<br />
Sekedar mengucapkan selamat berpuasa</p>
<p>Para pekerja tidak akan terlambat pulang lagi<br />
Karena mereka harus mengejar jamaah tarawih<br />
Sambil mendengarkan ceramah di malam hari<br />
Yang mungkin saja bisa menyejukkan hati</p>
<p>Tidak ada lagi yang disebut-sebut dunia gemerlap<br />
Karena setelah isya, orang terburu-buru terlelap<br />
Agar tidak terlambat bangun untuk sahur nanti<br />
Agar tidak loyo, lemas dan lapar sepanjang hari</p>
<p>Shalat subuh tidak akan pernah lagi kesiangan<br />
Karena sejak imsak kita memerlukan waktu untuk menurunkan makanan<br />
Acara kuliah pagi di televisi pun jadi dinantikan<br />
Sekedar menunggu datangnya kumandang azan</p>
<p>Anggota keluarga akan menjadi lebih dekat, akur dan gembira<br />
Karena mau tidak mau, mereka jadi harus makan pagi dan malam bersama-sama<br />
Sehingga ada waktu saling bercanda dan bercerita<br />
Bercengkrama atau sekedar memijit bahu ibunda</p>
<p>Mungkin akan lebih sedikit kaset lagu yang ada di pasaran<br />
Karena orang akan lebih memilih untuk mendengar untaian ayat al-qur&#8217;an<br />
Atau sekedar berzikir dalam hati dengan perlahan<br />
Dan mengurangi intensitas membicarakan orang-orang dari belakang</p>
<p>Kita tidak usah begitu khawatir dengan apa yang ditonton anak kita<br />
Juga yang bisa dibeli dengan uang jajan mereka<br />
Karena hampir semua tayangan televisi tiba-tiba bernuansa agama<br />
Dan semoga komik dan vcd porno sulit ditemukan dimana-mana</p>
<p>Orang akan menjadi rajin sekali mengaji<br />
Bahkan mereka yang tadinya tidak pernah menyentuh Qur&#8217;an sama sekali<br />
Yang sudah rajin pun akan membacanya<br />
di waktu-waktu yang tidak biasa<br />
Hanya untuk mengais pahala yang dijanjikan-Nya</p>
<p>Beragam ide masakan atau kue akan terus dicoba dan dicicipi<br />
Karena tidak mungkin kita berbuka dengan menu yang itu-itu lagi<br />
Waktu azan maghrib pun menjadi saat yang selalu dinanti-nanti<br />
Yang sebelumnya biasanya kalah dengan kesibukan atau acara-acara asyik di televisi</p>
<p>Dokter dan obat-obatan tidak begitu lagi diperlukan<br />
Karena konon puasa itu sangat menyehatkan<br />
Membuang racun-racun yang sudah lama bersemayam di badan<br />
Dan bagi sebagian kita, puasa juga diharapkan dapat menurunkan angka yang tertera di timbangan</p>
<p>Segala amalan sunah tiba-tiba akan jadi rajin terlaksana<br />
Hanya karena katanya ibadah sunah dihitung wajib pahalanya<br />
Ibadah-ibadah yang rasanya belum pernah kita lakukan sebelumnya<br />
Seperti tahajud, itikaf, mengaji dan juga sedekah</p>
<p>Islam tak akan pecah belah seperti sekarang ini<br />
Rasa keagamaan dan toleransi beragama akan menjadi kuat sekali<br />
Aurat-aurat yang biasanya tampak, sekarang jadi tertutup rapi<br />
Kata-kata dan perilaku tak sopan untuk sementara jadi tersembunyi</p>
<p>Masjid-masjid dipelosok kampung maupun di kota seakan menjadi aula<br />
Dimana masyarakat akan terlihat berduyun-duyun datang kesana<br />
Tempat berkumpulnya mereka yang tua, muda, remaja atau setengah baya<br />
Orang-orang yang sama yang sebelumnya jarang memakai peci, sarung atau mukena</p>
<p>Yang jelas kita pasti bertambah ilmu<br />
Tiba-tiba kita jadi rajin membuka-buka buku<br />
Buku agama yang sudah sebelas bulan terakhir tertutup debu<br />
Karena kita terlalu sibuk untuk hanya sekedar menyentuh</p>
<p>Akan lebih banyak mengalir air mata<br />
Mereka yang baru menyadari tumpukan dosa<br />
Menyesali semua perbuatan khilaf dan salah<br />
Keinsyafan yang biasanya bertahan sebulan saja</p>
<p>Sepuluh hari terakhir, masjid-masjid menjadi rumah kedua setiap malam<br />
Mengejar berkah yang katanya lebih baik dari seribu bulan<br />
Sembari sibuk mengukur kain baru untuk pakaian<br />
Dan mengaduk adonan kue-kue untuk lebaran</p>
<p>Tiada lagi yang miskin papa dan minta-minta<br />
Karena harta sedikit dibagikan lewat zakat fitrah<br />
Sehingga mereka yang fakir akan ikut tahu bagaimana rasanya menjadi kaya<br />
Walaupun memang itu terjadi setahun sekali saja</p>
<p>Kita akan punya 12 mukena, sarung, baju dan sepatu baru setiap tahunnya<br />
Kita akan sibuk pamer kekayaan pada semua<br />
Namun disisi lain, juga jarang ada yang iri, dengki, dendam, dan marah<br />
Karena kita sudah bermaaf-maafan pada semua setelah shalat hari raya</p>
<p>Semakin banyak orang yang sukses dan bahagia<br />
Karena semakin banyak yang menadahkan tangan untuk berdoa<br />
Yang jelas kita akan semakin mendapat pahala<br />
mungkin sangat membantu agar bisa masuk surga</p>
<p>Ramadhan tidak akan menjadi begitu istimewa seperti sekarang ini<br />
Hidup akan berjalan selayaknya sehari-hari<br />
Maksiat akan ditemukan dimana-mana setiap kali<br />
Dan Ramadhan akan menjadi tidak bermakna lagi</p>
<p>Ah&#8230;kalau saja setiap bulan itu Ramadhan&#8230;</p>
<p>(Puisi karya Sarra Risman)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/buletintamtama.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/buletintamtama.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/buletintamtama.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/buletintamtama.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/buletintamtama.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/buletintamtama.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/buletintamtama.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/buletintamtama.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/buletintamtama.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/buletintamtama.wordpress.com/244/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=buletintamtama.wordpress.com&blog=3635943&post=244&subd=buletintamtama&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://buletintamtama.wordpress.com/2009/08/27/kalau-saja-setiap-bulan-itu-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/35333a05e60e74718cd08a211acf1ba1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lousatyabudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menaati Perintah dan Meyakini Rahmat</title>
		<link>http://buletintamtama.wordpress.com/2009/07/27/menaati-perintah-dan-meyakini-rahmat/</link>
		<comments>http://buletintamtama.wordpress.com/2009/07/27/menaati-perintah-dan-meyakini-rahmat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 14:58:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lousatyabudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[amal]]></category>
		<category><![CDATA[i'tiraf]]></category>
		<category><![CDATA[neraka]]></category>
		<category><![CDATA[pengakuan]]></category>
		<category><![CDATA[perintah]]></category>
		<category><![CDATA[rahmat]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletintamtama.wordpress.com/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[
Allah tidak membutuhkan amal hamba-Nya. Dia memerintah hamba-Nya untuk beramal, tak lain agar ia mengakui bahwa dirinya lemah (i&#8217;tiraf) dan selalu membutuhkan pertolongan. Pengakuan macam ini sangat penting.
Diceritakan bahwa ada dua ruh disiksa di neraka. Allah kemudian memerintahkan agar keduanya dikeluarkan. Setelah keluar, Allah bertanya kepada mereka, &#8220;Apakah yang menyebabkan kalian masuk neraka?&#8221;
&#8220;Nafsu kami,&#8221; jawab [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=buletintamtama.wordpress.com&blog=3635943&post=236&subd=buletintamtama&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom:.17in;" lang="sv-SE"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Allah tidak membutuhkan amal hamba-Nya. Dia memerintah hamba-Nya untuk beramal, tak lain agar ia mengakui bahwa dirinya lemah (i&#8217;tiraf) dan selalu membutuhkan pertolongan. Pengakuan macam ini sangat penting.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:.17in;" lang="it-IT"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Diceritakan bahwa ada dua ruh disiksa di neraka. Allah kemudian memerintahkan agar keduanya dikeluarkan. Setelah keluar, Allah bertanya kepada mereka, &#8220;Apakah yang menyebabkan kalian masuk neraka?&#8221;</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:.17in;" lang="it-IT"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span style="font-size:small;">&#8220;Nafsu kami,&#8221; jawab mereka.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:.17in;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="it-IT">&#8220;Bukankah telah Kularang kalian bermaksiat kepada-Ku? Bukankah Aku telah mengutus rasul-rasul-Ku dengan bukti-bukti nyata? Dan bukankah telah Kukatakan lewat lisan para ulama bahwa siapa saja yang taat akan memperoleh surga, istana, wildan dan bidadari, sedang orang yang bermaksiat akan tinggal di neraka bersama Qorun, Firaun, dan Haman?&#8221;</span></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:.17in;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="fi-FI">&#8220;Benar, tetapi kami tidak taat da</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="fi-FI">n selalu bermaksiat kepada-Mu.&#8221;</span></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:.17in;" lang="fi-FI"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span style="font-size:small;">&#8220;Kembalilah kalian ke neraka, dan rasakanlah siksa-Ku,&#8221; perintah Allah.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:.17in;" lang="fi-FI"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Ruh yang satu bergegas kembali, namun ruh yang lain berjalan dengan enggan sambil sesekali menoleh ke belakang.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:.17in;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="fi-FI">&#8220;Mengapa kamu berjalan cepat-cepat?&#8221; tanya Allah kepada ruh yang pertama.</span></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:.17in;" lang="fi-FI"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span style="font-size:small;">&#8220;Ya Tuhan, dahulu aku selalu membangkang perintah-Mu, sekarang sudah seharusnya aku taat kepada-Mu.&#8221;</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:.17in;" lang="fi-FI"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span style="font-size:small;">&#8220;Dan kamu, mengapa kamu tidak segera kembali ke neraka?&#8221; tanya Allah kepada ruh kedua.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:.17in;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="fi-FI">&#8220;Aku sangat mengharap ampunan-Mu, karena mustahil Kamu akan mengembalikan kami ke neraka setelah membebaskan kami darinya.&#8221;</span></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:.17in;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="sv-SE">&#8220;Masuklah kalian berdua ke dalam surga. </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="fi-FI">Masuklah, karena kamu telah mentaati perintah-Ku. Dan masuklah, karena kamu percaya pada rahmat dan kemurahan-Ku.”</span></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:.17in;" lang="fi-FI"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span style="font-size:small;">(Kisah-kisah Islam)</span></span></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/buletintamtama.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/buletintamtama.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/buletintamtama.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/buletintamtama.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/buletintamtama.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/buletintamtama.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/buletintamtama.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/buletintamtama.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/buletintamtama.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/buletintamtama.wordpress.com/236/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=buletintamtama.wordpress.com&blog=3635943&post=236&subd=buletintamtama&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://buletintamtama.wordpress.com/2009/07/27/menaati-perintah-dan-meyakini-rahmat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/35333a05e60e74718cd08a211acf1ba1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lousatyabudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sensitif terhadap Waktu</title>
		<link>http://buletintamtama.wordpress.com/2009/07/27/sensitif-terhadap-waktu/</link>
		<comments>http://buletintamtama.wordpress.com/2009/07/27/sensitif-terhadap-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 14:48:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lousatyabudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[kebaikan]]></category>
		<category><![CDATA[kesempatan]]></category>
		<category><![CDATA[prestasi]]></category>
		<category><![CDATA[sensitif]]></category>
		<category><![CDATA[waktu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletintamtama.wordpress.com/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[
Sesungguhnya waktu akan menghakimi orang yang menggunakannya. Saat kita menyia-nyiakan waktu, maka waktu akan menjadikan kita orang sia-sia. Saat kita menganggap waktu tidak berharga, maka waktu akan menjadikan kita manusia tidak berharga. Demikian pula saat kita memuliakan waktu, maka waktu akan menjadikan kita orang mulia. Karena itu, kualitas seseorang terlihat dari cara ia memperlakukan waktu. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=buletintamtama.wordpress.com&blog=3635943&post=233&subd=buletintamtama&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:.19in;" lang="fi-FI"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Sesungguhnya waktu akan menghakimi orang yang menggunakannya. Saat kita menyia-nyiakan waktu, maka waktu akan menjadikan kita orang sia-sia. Saat kita menganggap waktu tidak berharga, maka waktu akan menjadikan kita manusia tidak berharga. Demikian pula saat kita memuliakan waktu, maka waktu akan menjadikan kita orang mulia. Karena itu, kualitas seseorang terlihat dari cara ia memperlakukan waktu. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:.19in;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="fi-FI">Allah SWT menegaskan bahwa orang rugi itu bukan orang yang kehilangan uang, jabatan atau penghargaan. Orang rugi itu adalah orang yang membuang-buang kesempatan untuk beriman, beramal dan saling nasihat-menasihati (QS Al Ashr [103]: 1-3).</span></span></span></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:.19in;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="fi-FI"><strong>Menunda amal</strong></span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="fi-FI"><br />
Ciri pertama orang merugi adalah gemar menunda-nunda berbuat kebaikan. Ibnu Athailah menyebutnya sebagai tanda kebodohan, “Menunda amal kebaikan karena menantikan kesempatan yang lebih baik adalah tanda kebodohan yang memengaruhi jiwa.</span></span></span></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:.19in;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="sv-SE"><strong>Mengapa orang suka menunda-nunda? </strong></span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="sv-SE"><br />
</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="fi-FI">Pertama, ia tertipu oleh dunia. Ia merasa ada hal lain yang jauh berharga dari yang semestinya dilakukan. Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Demikian firman Allah dalam QS Al A’laa [87] ayat 16-17. </span></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="fi-FI">Kedua, tertipu oleh kemalasan. </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="sv-SE">Malas itu penyakit yang sangat berbahaya. Orang malas tidak akan pernah meraih kemuliaan di dunia dan akhirat. Tidak ada obat paling manjur mengobati kemalasan, selain mendobraknya dengan beramal. </span></span></span></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:.19in;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="sv-SE">Ketiga, lemah niat dan tekad, sehingga tidak bersungguh-sungguh dalam beramal. Salah satunya dengan terus menunda. Seorang pujangga bersyair, Janganlah menunda sampai besok, apa yang dapat engkau kerjakan hari ini. Juga, Waktu itu sangat berharga, maka jangan engkau habiskan untuk sesuatu yang tidak berharga. </span></span></span></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:.19in;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="sv-SE"><strong>Tidak sensitif terhadap waktu</strong></span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="sv-SE"><br />
Ciri kedua, tidak sensitif terhadap waktu. Islam memerintahkan kita untuk sensitif terhadap waktu. </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="fi-FI">Dalam sehari semalam tak kurang lima kali kita diwajibkan shalat. Sehari semalam, lima kali Allah SWT mengingatkan kita akan waktu. Shalat pun akan bertambah keutamaannya bila dilakukan di masjid, berjamaah dan tepat waktu. Karena itu, orang-orang yang mendirikan shalat, pasti memiliki manajemen waktu yang baik. </span></span></span></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:.19in;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="fi-FI">Sesungguhnya, kita hanya akan perhatian terhadap sesuatu yang kita anggap penting. Demikian pula dengan waktu. Jika kita menganggap waktu sebagai modal terpenting, maka kita akan sangat sensitif dan perhatian terhadapnya. </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="sv-SE">Kita tidak akan rela sedetik pun waktu berlalu sia-sia. Orang yang perhatian terhadap waktu terlihat dari intensitasnya melihat jam. Ia sangat sering melihat jam. Ia begitu perhitungan, sehingga kerjanya efektif dan cenderung berprestasi. Penelitian menunjukkan semakin seseorang perhatian dengan waktu, semakin berarti dan efektif hidupnya. Ia pun lebih berpeluang meraih kesuksesan.</span></span></span></span></p>
<p style="margin-top:.19in;margin-bottom:.19in;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="sv-SE">Orang sukses itu tidak sekadar punya kecepatan, namun ia punya percepatan. Kecepatan itu bersifat konstan atau tetap, sedangkan percepatan itu menunjukkan perubahan persatuan waktu. </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="fi-FI">Artinya, orang sukses itu senantiasa melakukan perbaikan. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Hal ini senada dengan sabda Rasulullah SAW bahwa orang beruntung itu hari ini selalu lebih baik dari kemarin. Lain halnya dengan orang konstan; hari ini sama dengan kemarin. Rasul menyebutnya orang rugi. Sedangkan orang yang hari ini lebih buruk dari kemarin disebut orang celaka. </span></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:.17in;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="fi-FI">O</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="fi-FI">rang yang memiliki percepatan, hubungan antara prestasi dengan waktu hidupnya menunjukkan kurva L. Dalam waktu yang minimal, ia mendapatkan prestasi maksimal. Itulah Rasulullah SAW. Walau usianya hanya 63 tahun, namun beliau memiliki prestasi yang abadi. Demikian pula para sahabat dan orang-orang besar lainnya. Semuanya berawal dari adanya sensitivitas terhadap waktu.(MQ)</span></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:.17in;" lang="fi-FI">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/buletintamtama.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/buletintamtama.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/buletintamtama.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/buletintamtama.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/buletintamtama.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/buletintamtama.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/buletintamtama.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/buletintamtama.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/buletintamtama.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/buletintamtama.wordpress.com/233/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=buletintamtama.wordpress.com&blog=3635943&post=233&subd=buletintamtama&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://buletintamtama.wordpress.com/2009/07/27/sensitif-terhadap-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/35333a05e60e74718cd08a211acf1ba1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lousatyabudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lihat Ucapan dan Kenali Kebenaran</title>
		<link>http://buletintamtama.wordpress.com/2009/07/22/lihat-ucapan-dan-kenali-kebenaran/</link>
		<comments>http://buletintamtama.wordpress.com/2009/07/22/lihat-ucapan-dan-kenali-kebenaran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 14:40:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lousatyabudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[ide]]></category>
		<category><![CDATA[kebenaran]]></category>
		<category><![CDATA[ucapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletintamtama.wordpress.com/?p=225</guid>
		<description><![CDATA[
Lihatlah ucapan, bukan pada pengucapnya. Kenalilah kebenaran pada ide, bukan pada pencetusnya. (Imam Ali ra)
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=buletintamtama.wordpress.com&blog=3635943&post=225&subd=buletintamtama&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="margin-bottom:.42cm;" lang="sv-SE"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Lihatlah ucapan, bukan pada pengucapnya. Kenalilah kebenaran pada ide, bukan pada pencetusnya. (Imam Ali ra)</span></span></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/buletintamtama.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/buletintamtama.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/buletintamtama.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/buletintamtama.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/buletintamtama.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/buletintamtama.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/buletintamtama.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/buletintamtama.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/buletintamtama.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/buletintamtama.wordpress.com/225/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=buletintamtama.wordpress.com&blog=3635943&post=225&subd=buletintamtama&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://buletintamtama.wordpress.com/2009/07/22/lihat-ucapan-dan-kenali-kebenaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/35333a05e60e74718cd08a211acf1ba1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lousatyabudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Optimis Menghadapi Krisis</title>
		<link>http://buletintamtama.wordpress.com/2009/07/22/optimis-menghadapi-krisis/</link>
		<comments>http://buletintamtama.wordpress.com/2009/07/22/optimis-menghadapi-krisis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 14:33:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lousatyabudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[anugerah]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[krisis]]></category>
		<category><![CDATA[optimis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletintamtama.wordpress.com/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[

Pernahkah kita berpikir, mengapa pita film untuk kamera foto dikenal dengan film negatif? Mungkin karena kita hanya melihat bayangan hitam gelap dan kelabu disana. Namun bila kita bersedia mencuci dan mencetaknya dengan baik, kita akan dapati nuansa indah penuh warna seperti harapan kita. Demikian halnya pikiran seseorang yang hanya merekam gambar kelam dari setiap kejadian. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=buletintamtama.wordpress.com&blog=3635943&post=221&subd=buletintamtama&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="margin-bottom:.42cm;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="sv-SE">Pernahkah kita berpikir, mengapa pita film untuk kamera foto dikenal dengan film negatif? Mungkin karena kita hanya melihat bayangan hitam gelap dan kelabu disana. Namun bila kita bersedia mencuci dan mencetaknya dengan baik, kita akan dapati nuansa indah penuh warna seperti harapan kita. Demikian halnya pikiran seseorang yang hanya merekam gambar kelam dari setiap kejadian. Ia takkan mendapati warna-warni kehidupan, karena cahaya ditangkap sebagai kegelapan. </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="sv-SE">Untuk itulah mengapa kita diperintahkan untuk melihat segala sesuatu dengan kacamata positif dan sikap optimis, memandang sesuatu dari sisi yang baik dan menyenangkan. Kehidupan ini selalu beraneka warna. Cobaan selalu datang silih berganti, kadang berupa kebaikan maupun keburukan (QS.Al Anbiya [21] : 35). </span></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:.42cm;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="sv-SE">Dalam sebuah hadits qudsi, Allah berfirman yang artinya, ”Aku seperti yang diduga/dibayangkan hamba-Ku.” Menurut pakar hadits Ibnu Hajar, maksud dugaan atau sangkaan adalah dugaan pasti dikabulkan jika berdoa, diampuni jika memohon ampunan (istighfar), diberi balasan jika beribadah sesuai ketentuan. Pakar hadits lain, Imam Nawawi manamba</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="sv-SE">hkan bahwa dugaan akan diberi kecukupan dalam hidup jika ia minta dicukupi. </span></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:.42cm;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="sv-SE">Hadits diatas mengajak kita untuk bersikap optimis dalam menghadapi kehidupan. Sekecil apa pun yang kita lakukan, selagi disertai ketulusam, pasti akan diberi balasan oleh Allah (QS.Ali ’Imran [3] : 195). Rahmat Allah sangatlah luas. ”Maka janganlah kalian berputus asa</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="sv-SE"> dari rahmat Allah,” demikian QS.Yusuf [12] : 87. Sikap optimis inilah yang akan memberi dorongan kuat dalam diri untuk berkarya, berkreasi, dan berprestasi. Perhatikan kish Thalut dan Jalut yang terekam dalam QS.Al Baqarah [2] : 247-251. Tanpa motivasi yang kuat bahwa pertolongan Allah pasti akan turun, tidak mungkin dengan jumlah pasukan yang sangat terbatas, raja muda Thalut berhasil menyelamatkan bangsa Bani Israel dari kekejaman dan kedigdayaan Jalut. </span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="fi-FI">Motivasi itu utmbuh karena mereka yakin pasti  akan ”menjumpai Tuhan” (ayat 249). Dengan motivasi dan keyakinan yang kuat pula, Nabi Ya’qub yang sudah tua renta dan hilang penglihatan dipertemukan dengan anaknya, Yunus as setelah berpisah sekian lama.</span></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:.42cm;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="fi-FI">Seseorang yang optimis dan berpikir positif akan diliputi ketenangan dan hidup yang stabil. Kebaikan akan diterima sebagi anugerah yang patut disyukuri, bukan berkeluh kesah tentang apa yang tak dipunyainya. Musibah akan dihadapi sebagai cobaan yang membuatnya tertantang untuk menggapai hikmah (kebaikan) dibalik itu. Bahkan cobaan justru semakin membuatnya optimis akan rahmat Tuhan seperti dicontohkan oleh Nabi Ya’qub. Dalam sebuah riwayat dinyatakan, Ya’qub memperoleh keistimewaan kaena cobaan demi cobaan yang diderita telah membuatnya semakin berbaik sangka kepada Tuhan. Keluh kesahnya ditumpahkan kepada Allah swt</span></span></span><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="fi-FI"> semata (QS.Yusuf [12] : 86).</span></span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:.42cm;"><span style="font-size:small;"><span style="color:#000000;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="fi-FI">Krisis keuangan global yang diprediksi akan berdampak pada seluruh sistem kehidupan selayaknya dihadapi dengan ketulusan dan sikap optimis, yaitu dengan menggantungkan harapan setinggi-tingginya kepada Yang Mahakuasa. Kita harus yakin dengan konsep ’doa ekonomi’, yaitu doa dan zikir yang mendatangkan keluasan rezeki, yang dijaarkan Al Qur’an. Istighfar yang dipanjatkan seorang hamba dengan tulus akan mampu membuka pintu rezeki (QS.Nuh [71] : 11).  Tentunya dengan diiringi usaha dan kerja keras yang dimulai dari tutur kata. Rasulullah bersabda, optimisme (al-fa’lu) tercermin pada tutur kata yang baik (al-kalimah al-hasanah). Beliau pun senang mendengar kata sukses (ya najih) jika akan melakukan sesuatu. Kita pun bisa bila kita mau dan tawakal. Wallahu a’lam. (Muchlis M.Hanafi –ALiF)</span></span></span></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/buletintamtama.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/buletintamtama.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/buletintamtama.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/buletintamtama.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/buletintamtama.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/buletintamtama.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/buletintamtama.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/buletintamtama.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/buletintamtama.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/buletintamtama.wordpress.com/221/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=buletintamtama.wordpress.com&blog=3635943&post=221&subd=buletintamtama&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://buletintamtama.wordpress.com/2009/07/22/optimis-menghadapi-krisis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/35333a05e60e74718cd08a211acf1ba1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lousatyabudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Semua Milik Allah</title>
		<link>http://buletintamtama.wordpress.com/2009/05/14/semua-milik-allah/</link>
		<comments>http://buletintamtama.wordpress.com/2009/05/14/semua-milik-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 17:39:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lousatyabudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[buah]]></category>
		<category><![CDATA[hamba]]></category>
		<category><![CDATA[milik Allah]]></category>
		<category><![CDATA[pohon]]></category>
		<category><![CDATA[tongkat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletintamtama.wordpress.com/?p=214</guid>
		<description><![CDATA[
Seseorang mengambil buah-buahan dari sebuah pohon dan memakannya. Si pemilik kebun bertanya kepadanya dengan heran, ”Mengapa kemu melakukan hal terlarang semacam itu? Apakah kamu tidak takut kepada Allah?” Si pemakan buah menjawab tanpa rasa bersalah, ”Lho, kenapa saya mesti takut? Pohon itu milik Allah, dan saya adalah hamba Allah, memakan buah dari pohon Allah.” Si [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=buletintamtama.wordpress.com&blog=3635943&post=214&subd=buletintamtama&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="margin-bottom:.42cm;" lang="fi-FI"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Seseorang mengambil buah-buahan dari sebuah pohon dan memakannya. Si pemilik kebun bertanya kepadanya dengan heran, ”Mengapa kemu melakukan hal terlarang semacam itu? Apakah kamu tidak takut kepada Allah?” Si pemakan buah menjawab tanpa rasa bersalah, ”Lho, kenapa saya mesti takut? Pohon itu milik Allah, dan saya adalah hamba Allah, memakan buah dari pohon Allah.” Si pemilik langsung menjawab, ”Sebentar, saya akan berikan jawabannya.”</span></span></p>
<p style="margin-bottom:.42cm;" lang="fi-FI"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Ia menyuruh anak buahnya mengikat si pemakan buah dan memukulinya dengan tongkat. Pria itu sambil kesakitan berteriak, ”Apakah kamu tidak takut pada hukuman Allah memukuli saya seperti ini?” Si pemilik kebun berkata, ”Mengapa saya harus takut? Kamu adalah hamba Allah, dan tongkat ini adalah milik Allah yang digunakan untuk memukul hamba Allah. Semua adalah milik Allah!”</span></span></p>
<p style="margin-bottom:.42cm;" lang="fi-FI"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span style="font-size:small;">(Kisah Sufi &#8211; Madina)<br />
</span></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/buletintamtama.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/buletintamtama.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/buletintamtama.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/buletintamtama.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/buletintamtama.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/buletintamtama.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/buletintamtama.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/buletintamtama.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/buletintamtama.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/buletintamtama.wordpress.com/214/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=buletintamtama.wordpress.com&blog=3635943&post=214&subd=buletintamtama&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://buletintamtama.wordpress.com/2009/05/14/semua-milik-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/35333a05e60e74718cd08a211acf1ba1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lousatyabudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bunga yang Berzikir</title>
		<link>http://buletintamtama.wordpress.com/2009/05/14/bunga-yang-berzikir/</link>
		<comments>http://buletintamtama.wordpress.com/2009/05/14/bunga-yang-berzikir/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 17:30:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lousatyabudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[berzikir]]></category>
		<category><![CDATA[bunga]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[murid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletintamtama.wordpress.com/?p=211</guid>
		<description><![CDATA[
Salah seorang guru agama terkenal sedang  mencari siapa di antara muridnya yang paling layak menggantikan dirinya. Untuk itu ia meminta seluruh muridnya untuk mencari bunga untuk menghias tempat tinggalnya. Sekian waktu berselang para muridnya kembali dengan membawa begitu banyak ikatan bunga yang segar dan indah. Kecuali ada satu muridnya yang membawa sebuah bunga yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=buletintamtama.wordpress.com&blog=3635943&post=211&subd=buletintamtama&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="margin-bottom:.42cm;" lang="fi-FI"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Salah seorang guru agama terkenal sedang  mencari siapa di antara muridnya yang paling layak menggantikan dirinya. Untuk itu ia meminta seluruh muridnya untuk mencari bunga untuk menghias tempat tinggalnya. Sekian waktu berselang para muridnya kembali dengan membawa begitu banyak ikatan bunga yang segar dan indah. Kecuali ada satu muridnya yang membawa sebuah bunga yang layu. Ketika sang guru bertanya mengapa ia tidak membawa bunga yang segar dan indah, murid itu menjawab, ”Saya menemukan semua bunga sedang sibuk melantunkan puji-puijan dan berzikir kepada Allah. Bagaimana mungkin saya mengganggu ibadah mereka? Saya melihat satu bunga yang sudah selesai dengan zikirnya dan itulah yang saya bawa untuk guru.” Murid itu kemudian menjadi guru berikutnya. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:.42cm;" lang="fi-FI"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span style="font-size:small;">(Kisah Sufi – Madina)</span></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/buletintamtama.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/buletintamtama.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/buletintamtama.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/buletintamtama.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/buletintamtama.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/buletintamtama.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/buletintamtama.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/buletintamtama.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/buletintamtama.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/buletintamtama.wordpress.com/211/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=buletintamtama.wordpress.com&blog=3635943&post=211&subd=buletintamtama&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://buletintamtama.wordpress.com/2009/05/14/bunga-yang-berzikir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/35333a05e60e74718cd08a211acf1ba1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lousatyabudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cobaan dari Allah</title>
		<link>http://buletintamtama.wordpress.com/2009/05/14/cobaan-dari-allah/</link>
		<comments>http://buletintamtama.wordpress.com/2009/05/14/cobaan-dari-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 17:15:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lousatyabudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[cobaan]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[ikhlas]]></category>
		<category><![CDATA[sabar]]></category>
		<category><![CDATA[ujian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletintamtama.wordpress.com/?p=207</guid>
		<description><![CDATA[
Pernahkah kita merasa diuji oleh Allah? Kita cenderung mengatakan kalau kita ditimpa kesusahan, maka kita sedang mendapat cobaan dan ujian dari Allah. Jarang sekali kalau kita dapat rezeki dan kebahagiaan, kita teringat bahwa itu pun ujian dan cobaan dari Allah. Ada di antara kita yang tak sanggup menghadapi ujian itu dan boleh jadi ada pula [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=buletintamtama.wordpress.com&blog=3635943&post=207&subd=buletintamtama&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="margin-bottom:.42cm;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="fi-FI">Pernahkah kita merasa diuji oleh Allah? </span></span><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="sv-SE">Kita cenderung mengatakan kalau kita ditimpa kesusahan, maka kita sedang mendapat cobaan dan ujian dari Allah. Jarang sekali kalau kita dapat rezeki dan kebahagiaan, kita teringat bahwa itu pun ujian dan cobaan dari Allah. Ada di antara kita yang tak sanggup menghadapi ujian itu dan boleh jadi ada pula yang tegar menghadapinya.</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:.42cm;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="sv-SE">Al-Qur&#8217;an mengajarkan kita untuk berdoa : </span></span><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>&#8220;Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya.&#8221;</em></span></span><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="sv-SE"> (QS.Al Baqarah [2] : 286).</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:.42cm;" lang="sv-SE"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Doa tersebut lahir dari sebuah kepercayaan bahwa setiap derap kehidupan kita merupakan cobaan dari Allah. Kita tak mampu menghindar dari ujian dan cobaan tersebut. Yang  bisa kita pinta adalah agar cobaan tersebut sanggup kita jalani. Cobaan yang datang ke dalam hidup kita bisa berupa rasa takut, rasa lapar, kurang harta, dan lainnya.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:.42cm;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="sv-SE">Bukankah karena alasan takut lapar, ada saudara kita bersedia mulai dari membunuh hanya karena persoalan uang seratus rupiah sampai dengan berani memalsu kuitansi atau menerima komisi tak sah jutaan rupiah? Bukankah karena rasa takut akan kehilangan jabatan membuat sebagian saudara kita pergi ke ’orang pintar’ agar bertahan pada posisinya atau supaya malah meningkat ke ’kursi’ yg lebih empuk? </span></span><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="fi-FI">Bukankah karena takut kehabisan harta kita jadi enggan mengeluarkan zakat dan shadaqah?</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:.42cm;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="fi-FI">Al-Qur&#8217;an melukiskan secara luar biasa cobaan-cobaan tersebut. </span></span><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="sv-SE">Allah berfirman: </span></span><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>&#8220;Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.&#8221;</em></span></span><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="sv-SE"> (QS Al Baqarah [2] : 155)</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:.42cm;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="sv-SE">Amat menarik bahwa Allah menyebut orang sabarlah yang akan mendapat berita gembira. Jadi bukan orang yang menang atau orang yang gagah, tapi orang yang sabar! Biasanya kita akan cepat-cepat berdalih, &#8220;Yah, sabar kan ada batasnya&#8230;&#8221; Atau lidah kita berseru, &#8220;Sabar sih sabar, saya kuat tidak makan enak, tapi anak dan istri saya?&#8221; Memang, manusia selalu dipenuhi dengan pembenaran-pembenaran yang ia ciptakan sendiri. Kemudian Allah menjelaskan siapa yang dimaksud oleh Allah dengan orang sabar pada ayat di atas : </span></span><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>&#8220;(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan &#8220;Inna lillahi wa inna ilaihi raji&#8217;un&#8221;.</em></span></span><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="sv-SE"> (QS Al Baqarah [2] : 156). </span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:.42cm;" lang="sv-SE"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Ternyata, begitu mudahnya Allah melukiskan orang sabar itu. Bukankah kita sering mengucapkan kalimat tersebut, orang sabarkah kita? Nanti dulu! Jika kita mau merenungkan makna kalimat ’Inna lillahi wa inna ilaihi raji&#8217;un’ maka kita akan tahu bahwa sulit sekali menjadi orang yang sabar. Arti kalimat itu adalah : ’Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali.’ Kalimat ini bukan sekadar kalimat biasa, tapi mengandung pesan dan kesadaran tauhid yang tinggi. Setiap musibah, cobaan, dan ujian itu tidaklah berarti apa-apa, karena kita semua adalah milik Allah; kita berasal dari-Nya, dan baik suka maupun duka, diuji atau tidak, kita pasti akan kembali kepada-Nya. Ujian apa pun  datangnya dari Allah, dan hasil ujian itu akan kembali kepada Allah. Inilah orang yang sabar menurut Al Qur&#8217;an.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:.42cm;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="sv-SE">Ikhlaskah kita bila sepeda motor yang kita beli dengan susah payah tiba-tiba hilang? Berubah menjadi dengkikah kita bila melihat tetangga kita sudah membeli teve baru? Bisakah kita mengucap pelan-pelan dengan penuh kesadaran, bahwa semuanya dari Allah dan akan kembali kepada Allah? Kita ini tercipta dari tanah dan akan kembali menjadi tanah. Bila kita mampu mengingat dan menghayati makna kalimat tersebut, di tengah ujian dan cobaan yang menerpa kehidupan kita, maka Allah menjanjikan dalam Al Qur&#8217;an: </span></span><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>&#8220;Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.&#8221;</em></span></span><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="sv-SE"> Dalam sebuah hadis qudsi Allah berkata: </span></span><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>&#8220;Siapa yang tak rela menerima ketentuan-Ku, silahkan keluar dari bumi-Ku!&#8221;</em></span></span><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span lang="sv-SE"> Subhanallah&#8230; (Nadirsyah Hosen)</span></span></span></p>
<p style="margin-bottom:.42cm;" lang="fi-FI">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/buletintamtama.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/buletintamtama.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/buletintamtama.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/buletintamtama.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/buletintamtama.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/buletintamtama.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/buletintamtama.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/buletintamtama.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/buletintamtama.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/buletintamtama.wordpress.com/207/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=buletintamtama.wordpress.com&blog=3635943&post=207&subd=buletintamtama&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://buletintamtama.wordpress.com/2009/05/14/cobaan-dari-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/35333a05e60e74718cd08a211acf1ba1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lousatyabudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Etika Berwirausaha</title>
		<link>http://buletintamtama.wordpress.com/2009/05/11/etika-berwirausaha/</link>
		<comments>http://buletintamtama.wordpress.com/2009/05/11/etika-berwirausaha/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 May 2009 15:44:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lousatyabudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[bermanfaat]]></category>
		<category><![CDATA[berusaha]]></category>
		<category><![CDATA[potensi]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletintamtama.wordpress.com/?p=193</guid>
		<description><![CDATA[


&#8220;Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan serta takwa, dan janganlah kamu tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksanya.&#8221; (QS.Al-Ma’idah [5]: 2)
Rasulullah saw bersabda: &#8220;Sesungguhnya Allah swt suka kepada hamba yang berkarya dan terampil. Barangsiapa bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya, maka dia serupa dengan seorang mujahid [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=buletintamtama.wordpress.com&blog=3635943&post=193&subd=buletintamtama&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!-- 		@page { size: 21.59cm 27.94cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p><!-- 		@page { size: 21.59cm 27.94cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p><!-- 		@page { size: 21.59cm 27.94cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="margin-bottom:.42cm;" lang="sv-SE"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span style="font-size:small;">&#8220;Dan tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan serta takwa, dan janganlah kamu tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksanya.&#8221; (QS.Al-Ma’idah [5]: 2)</span></span></p>
<p style="margin-bottom:.42cm;" lang="sv-SE"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Rasulullah saw bersabda: &#8220;Sesungguhnya Allah swt suka kepada hamba yang berkarya dan terampil. Barangsiapa bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya, maka dia serupa dengan seorang mujahid fisabilillah.&#8221; (HR.Imam Ahmad)</span></span></p>
<p style="margin-bottom:.42cm;" lang="sv-SE"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Rasul adalah seorang  wirausahawan. Mulai usia 8 tahun sudah mulai menggembalakan kambing, usia 12 tahun berdagang sebagai kafilah ke negeri Syiria, dan pada usia 25 tahun Rasul menikahi Khadijah dengan mahar 20 ekor unta muda. Ini menunjukan bahwa Rasul merupakan seorang wirausahawan yang sukses.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:.42cm;" lang="sv-SE"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Jiwa wirausaha harus benar-benar ditanamkan dari kecil, karena kalau tidak, maka potensi apa pun tidak bisa dibuat menjadi manfaat. Prinsip wirausahawan adalah memanfaatkan segala macam benda menjadi bermanfaat. Tidak ada kegagalan dalam berusaha, yang gagal yaitu yang tidak pernah mencoba berusaha.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:.42cm;" lang="sv-SE"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Gagal merupakan informasi menuju sukses, keuntungan bukan hanya untung untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang lain. Kredibilitas diri kita adalah modal utama dalam berwirausaha, dengan menahan diri untuk tidak menikmati kebahagiaan orang lain sebagai keberuntungan kita. Jual beli bukan hanya transaksi uang dan barang, tapi jual beli harus dijadikan amal sholeh yaitu dengan niat dan cara yang benar.</span></span></p>
<p style="margin-bottom:.42cm;" lang="sv-SE"><span style="font-family:Trebuchet MS,sans-serif;"><span style="font-size:small;">Uang yang tidak barokah tidak akan dapat memberi ketenangan, walau sebanyak apa pun akan tetap kekurangan dan akan membuat kita hina. Berjualan dengan akhlak yang mulia, pembeli tidak hanya mendapat fasilitas dan tidak hanya mendapatkan barang, tapi juga melihat kemuliaan akhlak seorang penjual. (MQ)</span></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/buletintamtama.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/buletintamtama.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/buletintamtama.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/buletintamtama.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/buletintamtama.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/buletintamtama.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/buletintamtama.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/buletintamtama.wordpress.com/193/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/buletintamtama.wordpress.com/193/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/buletintamtama.wordpress.com/193/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=buletintamtama.wordpress.com&blog=3635943&post=193&subd=buletintamtama&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://buletintamtama.wordpress.com/2009/05/11/etika-berwirausaha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/35333a05e60e74718cd08a211acf1ba1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lousatyabudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sepuluh Pasangan yang Baik</title>
		<link>http://buletintamtama.wordpress.com/2009/05/05/sepuluh-pasangan-yang-baik/</link>
		<comments>http://buletintamtama.wordpress.com/2009/05/05/sepuluh-pasangan-yang-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 17:25:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>lousatyabudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[akal]]></category>
		<category><![CDATA[baik]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>
		<category><![CDATA[keadilan]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[kekayaan]]></category>
		<category><![CDATA[kekuasaan]]></category>
		<category><![CDATA[keluhuran]]></category>
		<category><![CDATA[pasangan]]></category>
		<category><![CDATA[taufik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://buletintamtama.wordpress.com/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[Khalifah Umar bin Khatab ra berkata, ”Ada sepuluh hal yang tidak dianggap baik tanpa sepuluh pasangannya :  Akal tidak dianggap baik tanpa disertai ilmunya. Kebahagiaan tidak dianggap baik tanpa disertai rasa takut. Kekuasaan tidak dianggap baik tanpa rasa keadilan. Keturunan tidak dianggap baik tanpa disertai keluhuran budi. Kegembiraan tidak dianggap baik tanpa keamanan. Kekayaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=buletintamtama.wordpress.com&blog=3635943&post=184&subd=buletintamtama&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Khalifah Umar bin Khatab ra berkata, ”Ada sepuluh hal yang tidak dianggap baik tanpa sepuluh pasangannya :  Akal tidak dianggap baik tanpa disertai ilmunya. Kebahagiaan tidak dianggap baik tanpa disertai rasa takut. Kekuasaan tidak dianggap baik tanpa rasa keadilan. Keturunan tidak dianggap baik tanpa disertai keluhuran budi. Kegembiraan tidak dianggap baik tanpa keamanan. Kekayaan tidak dianggap baik tanpa tanpa sikap sosial. Fakir tidak dianggap baik tanpa rasa menerima apa adanya. Keluhuran tidak dianggap baik tanpa rasa rendah hati. Jihad tidak dianggap baik tanpa disertai taufik.” (Hidayah)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/buletintamtama.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/buletintamtama.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/buletintamtama.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/buletintamtama.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/buletintamtama.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/buletintamtama.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/buletintamtama.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/buletintamtama.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/buletintamtama.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/buletintamtama.wordpress.com/184/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=buletintamtama.wordpress.com&blog=3635943&post=184&subd=buletintamtama&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://buletintamtama.wordpress.com/2009/05/05/sepuluh-pasangan-yang-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/35333a05e60e74718cd08a211acf1ba1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lousatyabudi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>